Disintegrasi Bangsa

 Nama : Diana putri


Kelas : XII Mipa 1 



A. Analisis faktor terjadinya pemberontakan


1.Latar belakang PKI MADIUN ialah


A.  Karena tuntutan MUSO tidak ditanggapi oleh pemerintah.


B.  Muso ingin mendirikan negara komunis di Indonesia.


Pemerintah menumpas dengan melakukan  “operasi penumpasan” yang dipimpin oleh Kolonel AH. Nasution. Muso ditembak mati.




 


 


2.Latar belakang DI/TII ialah ingin mendirikan Negara islam di Indonesia (NII).


Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilakukan oleh Sukarmaji Marijan Kartosuwiryo.



 





Akhir cerita pemberontakan:

1.pemberontakan ditumpas dengan OPERASI PAGAR BETIS dengan dipimpin oleh Kolonel Ibrahim Ajrie.

2. melakukan “OPERASI BHARATAYUDHA” dipimpin Letnan Suhanda.

 

Pemberontakan DI/TII di Jawa tengah dilakukan di Tegal,Brebes, Kebumen dan Boyolali.



Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh KAHAR MUZAKAR. Pemerintah menumpas pemberontakan di Sulawesi Selatan dengan mengirim pasukan dipimpin oleh Kopral Sadli dari battalion Kujang Siliwangi pada tanggal 3 Februari 1965.



Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dipimpin oleh IBNU HAJAR (HADERI bin UMAR alias ANGLI). Gerakan tersebut dapat dipatahkan oleh TNI pada bulan Juli 1963.



Pemberontakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Baureh. Dia pernah menjabat sebgai gubernur. Kolonel M.Yasin menyadarkan Daud Baureh bahwa tindakannya salah. Akhirnya Daud Baureh sadar dan kembali ke NKRI.





 3.Latar belakang APRA (Angkatan perang Ratu Adil):



         1.mempertahankan bentuk Negara federal.            di Indonesia



         2.Mempertahankan pembentukan tentara .               sendiri pada Negara-negara Republik I.                 Indonesia Serikat.



           Penumpasan APRA yaitu menangkat.                      SULTAN HAMID II. 






          4. Latar belakang G30S/PKI



1.terdapat  konflik internal dalam TNI yang ingin mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno,



2. CIA dan Blok Barat (Amerika, Inggris, dkk) ikut terlibat dalam peristiwa ini guna mencegah Indonesia mengubah ideologinya menjadi komunis dengan menjadikan PKI sebagai kambing hitam





Penumpasan: Separuh dari tokoh PKI diadili di mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub), yan glainnya mendapat hukuman mati dari pemerintah. Ketua PKI, DN Aidit yang dianggap merancang gerakan ini bersama ketua Biro Chusus PKI, Sam Kamaruzzaman melarikan diri ke Jawa Tengah, namun kemudian bisa ditangkap, dan dibunuh.


 



 



 5.Latar belakang pemberontakan ANDI AZIZ yaitu

1.Menolak kedatangan Tentara nasional Indonesia ke Makasar

2.menuntut agar masalah keamanan di Indonesia Timur diserahkan kepada bekas tentara KNIL.

3.mempertahankan berdirinya Negara Indonesia Timur.


 




6.Latar belakang pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) 

yaitu ingin mendirikan Republik Maluku Selatan.

Penumpasan dilakukan oleh TNI sehingga TNI dapat menguasai Ambon.




 

7.Latar belakang PRRI/PERMESTA ialah pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak harmonis di Sumatera dan Sulawesi. Hal ini bentuk dari akibat otonomi daerah serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.



 




         8. Latar belakang BFO


Konsep Negara Federal dan "Persekutuan" Negara Bagian (BFO/ Bijeenkomst Federal Overleg) mau tidak mau menimbulkan potensi perpecahan di kalangan bangsa Indonesia sendiri setelah kemerdekaan. Persaingan yang timbul terutama adalah antara golongan federalis yang ingin bentuk negara federal dipertahankan dengan golongan unitaris yang ingin Indonesia menjadi negara kesatuan.




9.Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (biasa disingkat dengan PRRI) merupakan salah satu gerakan pertentangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang dideklarasikan pada tanggal 15 Februari 1958 dengan keluarnya ultimatum dari Dewan Perjuangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatra Barat, Indonesia.




B. Sejarah pergolakan dan konflik yang terjadi di Indonesia selama masa tahun 1948-1965 dibagi ke dalam tiga bentuk pergolakan :



1. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi.Termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan PKI Madiun, pemberontakan DI/TII dan peristiwa G30S/PKI. Ideologi yang diusung oleh PKI tentu saja komunisme, sedangkan pemberontakan DI/TII berlangsung dengan membawa ideologi agama.



Perlu diketahui bahwa menurut Herbert Feith, seorang akademisi Australia, aliran politik besar yang terdapat di Indonesia pada masa setelah kemerdekaan (terutama dapat dilihat sejak Pemilu 1955) terbagi dalam lima kelompok : nasionalisme radikal (diwakili antara lain oleh PNI), Islam (NU dan Masyumi), komunis (PKI), sosialisme demokrat (Partai Sosialis Indonesia/ PSI), dan tradisionalis Jawa (Partai Indonesia Raya/ PIR, kelompok teosofis/ kebatinan, dan birokrat pemerintah/pamongpraja). Pada masa itu kelompok-kelompok tersebut nyatanya memang saling bersaing dengan mengusung ideologi masing-masing.



2. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan kepentingan (vested interest).Termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan APRA, RMS dan Andi Aziz.Vested Interest merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok. Kelompok ini biasanya berusaha untuk mengontrol suatu sistem sosial atau kegiatan untuk keuntungan sendiri. Mereka juga sukar untuk mau melepas posisi atau kedudukannya sehingga sering menghalangi suatu proses perubahan. Baik APRA, RMS dan peristiwa Andi Aziz, semuanya berhubungan dengan keberadaan pasukan KNIL atau Tentara Kerajaan (di) Hindia Belanda, yang tidak mau menerima kedatangan tentara Indonesia di wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka kuasai. Dalam situasi seperti ini, konflikpun terjadi.



3. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan sistem pemerintahan.Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal dan BFO (Bijeenkomst Federal Overleg), serta pemberontakan PRRI dan Permesta. Masalah yang berhubungan dengan negara federal mulai timbul ketika berdasarkan perjanjian Linggajati, Indonesia disepakati akan berbentuk negara serikat/federal dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). RI menjadi bagian RIS. Negara-negara federal lainnya misalnya adalah negara Pasundan, negara Madura atau Negara Indonesia Timur. BFO sendiri adalah badan musyawarah negara-negara federal di luar RI, yang dibentuk oleh Belanda. Awalnya, BFO berada di bawah kendali Belanda. Namun makin lama badan ini makin bertindak netral, tidak lagi melulu memihak Belanda.



Pro-kontra tentang negara-negara federal inilah yang kerap juga menimbulkan pertentangan. Sedangkan pemberontakan PRRI dan Permesta merupakan pemberontakan yang terjadi akibat adanya ketidakpuasan beberapa daerah di wilayah Indonesia terhadap pemerintahan pusat.






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Di Masa Pandemi